Hipstamatic Itu Apa Sih? Apa Benar Sekeren Itu?


Ada protes yang dilayangkan ke mailbox-ku beberapa hari silam terkait dengan galeri foto yang kusajikan. Begini isinya,

“Bro, loe kenapa pasang foto-fotonya aneh gitu? Kayak foto tahun kuda, kabur gitu sih?”

Hehe, baiklah….
Foto-foto yang kujepret saat saat sedang jalan-jalan hari minggu lalu itu memang sengaja kujepret dengan menggunakan ‘mode’ seperti itu.

Aku sedang tergila-gila pada aplikasi iPhone yang bernama Hipstamatic! Hipstamatic adalah aplikasi seharga 2.95 AUD yang bisa diinstall di piranti iPhone dan memanfaatkan kamera yang menempel (embed) di iPhone serta pengolahan gambar digital, ia menghadirkan foto-foto dalam nuansa kuno/analog ala 1970-1980an. Hipstamatic sendiri aslinya adalah nama sebuah kamera yang digagas pada November 1982 oleh Bruce and Winston Dorbowski dengan tujuan awal membuat kamera dengan harga lebih rendah dari kamera yang sedang beredar di pasaran kala itu. Ada beberapa hal yang menarik yang perlu kuceritakan terkait dengan Hipstamatic ini.

Proses olah digital yang disamarkan dengan proses pemotretan
Kalau kalian motret dengan kamera digital lalu memainkan efek-efek digital di software pengolah gambar sehingga menimbulkan efek kuno/analog, itu adalah dua proses yang tak bisa disatukan yaitu, memotret lantas mengolah. Nah, dengan Hipstamatic ini kita tak perlu lagi mengolah karena proses pengolahannya telah dikerjakan aplikasi dan seolah-olah disatukan dengan proses menjepret, modularisasi. Jadi, begitu kalian menjepret, tampilan mengisyaratkan proses tunggu untuk “developing” beberapa detik dan jadi!

Lensa, Film dan Flash ‘lepasan’
Satu hal yang menarik dalam menjalankan hobi fotografi adalah bagaimana kita mampu memfasilitasi ide dan obyek pemotretan dengan mengkombinasikan alat fotografi terutama dengan lensa serta flash yang bisa diganti-ganti, lepasan. Namun, yang jadi tak menarik adalah ketika itu semua harus berhadapan dengan yang namanya biaya. Tentu kalian semua mengerti betapa beratnya menjalankan fotografi sebagai hobi karena mahalnya piranti-piranti seperti lensa dan flash bahkan konon ada banyak lensa yang harga satuannya sudah bisa untuk beli satu rumah jadi tipe sedang di kota-kota di Indonesia.

Nah, dalam aplikasi Hipstamatic, kita pun diberi keleluasaan untuk menambah lensa, flash dan bahkan film dengan cara membelinya secara terpisah di Application Store tentu dalam wujud virtual meski bayarnya ya tetap pake uang beneran.
Dibandingkan dengan beli lensa dan flash asli, ‘belanja’ di Application Store untuk kebutuhan ‘piranti fotografi’ Hipstamatic tak ada apa-apanya. Hingga saat ini, harga lensa maupun film dan flash tambahan dipatok tak lebih mahal dari sebungkus rokok yaitu sekitar 0.99 cent.
Murah bukan?

 

Motret tanpa mikir
Para pelaku hobi fotografi digital dengan taraf serius biasanya selalu mikir panjang sebelum motret karena mereka berorientasi pada bagus/tidaknya hasil foto mereka (dan semoga bukan karena mahalnya peranti fotografi yang telah mereka beli). Sementara dengan Hipstamatic, kita tak perlu mikir karena bisa dibilang hasil akhir pemotretan tak bisa ditebak tergantung keadaan objek dan bagaimana rangkaian lensa-flash-film mengolahnya. Barangkali ada yang bertanya, wah berarti semangatnya sama dengan apa yang ditawarkan dengan kamera-kamera jenis Lomography dong? Absolutely yes karena heyyy…. para pecinta lomography, bahkan kalian bisa menemukan sang legendaris helga lens di Hipstamatic lho!

Sumber : donnyverdian.net/2010/09/09/hipstamatic.html

www.totalapps.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: