Be Sensible with Sex Toys


Meskipun benda mati, kehadirannya mampu memberi­kan sensasi. Namun, hati-hati, bukan berarti Anda bisa menggunakannya seenak hati…

Orgasme. Wah… men­dengar kata yang satu ini apa yang terbersit dalam benak Anda? Kata ini ten­tu menjadi jawaban dan tujuan akhir saat berhubungan seksual. Benar bukan? Namun, bagaimana jika wanita di hadapan Anda kerap merasa­kan penurunan gairah seksual? Atau, bahkan Anda sendiri yang tengah men­galami ganguan seksual? Apa mungkin orgasme masih bisa dicapai? Emmhh, jika problem yang satu ini tengah Anda alami, mungkin benda yang satu ini bisa menjadi salah satu ‘obat’ pendongkrak­nya.

Adalah seks toys, sebuah alat yang dipilih dalam menyelesaikan beberapa masalah ranjang yang sering ditemui oleh pasutri. Termasuk di dalamnya sederet problematik seksual seperti respon seksual yang buruk akibat menurunnya gairah seks, tidak sin­kronnya libido, serta ejakulasi dini.

Sejak Jaman Batu

Dibanding pria, seks toys memang lebih banyak digunakan oleh kaum wanita. Tahun 1990-an, sebuah survey yang dilakukan di Amerika Serikat membuktikan bahwa hampir 70% wanita yang telah menikah mengaku tidak pernah merasakan orgasme. Seperti yang diutarakan seorang sekso­log, dr. Mulyadi Tedjapranata, kegaga­lan orgasme merupakan problem yang sering dirasakan wanita. Sebabnya macam macam, mulai dari gangguan fungsi seksual sang suami, atau karena ganguan fungsi seksual dalam dirinya sendiri. Belum lagi, adanya anggapan bahwa wanita sekedar ‘objek’ yang kepuasannya tidak perlu dipertanya­kan. Itulah sebabnya ‘mainan’ ini lebih banyak menjadi sahabat wanita.

Sebutlah Seks dolls, dildo, vibrator, breast stimulator, anal vibration dan penis developer—beberapa jenis seks toys untuk pria dan wanita yang ban­yak di jual di pasaran. Dildo contoh­nya, ternyata merupakan sex toy yang sudah sangat tua dari sejarah ditemu­kannya, yaitu sedikitnya sekitar 2,000 tahun silam—sebagaimana dijelaskan pada Wikipedia. Bahkan, tersimpan pula di Museum Kultur Seks Tiongkok Kuno, di dekat Shanghai, dildo tua ber­bahan giok yang diperkirakan berumur 4,000 tahun!

Mengingat penggunaan dildo yang sudah dikenal sejak jaman paleolithik, tak heranlah jika di jaman reformasi seperti saat ini penggunaan seks toys semakin bebas dan sah-sah saja. Sayangnya, seks toys sering kali agak kebablasan dalam pemanfaatannya. Alhasil, banyak pasangan suami istri yang tersesat, menganggap fungsi seks toys sama dengan Viagra atau obat penguat seks yang mampu memecah­kan persoalan ereksi dan ejakulasi. Pa­dahal, persoalan ranjang tidak sebatas itu saja. “Pasangan yang normal tidak akan ketagihan menggunakan seks toys, ataupun kehilangan selera den­gan pasangannya. Hal ini dikarenakan seks toys tidak mampu memberikan ikatan dan lampiasan emosi yang di­perlukan kedua belah pihak,” ungkap dr. Mulyadi lebih lanjut.

Kenikmatan, Bukan Kepuasan

Meskipun mampu menghantarkan orgasme, bukan berarti mainan yang satu ini menjanjikan kepuasan seksual. Pasalnya, penggunaan seks toys sebe­narnya sama saja seperti melakukan masturbasi. Seseorang bisa merasakan orgasme karena mendapatkan kenik­matan, namun belum tentu puas. Pa­dahal, yang dibutuhkan manusia sendiri adalah kepuasan, bukan sekedar kenik­matan yang bisa dirasakan dalam kurun beberapa detik saja. Kepuasan seksual sendiri adalah orgasme yang ditambah dengan kesenangan emosi.

Diungkapkan pula oleh dokter jebolan School of Medicine Udayana University dan S2 Gastro Enterology ini, bahwa membaca dan melihat majalah porno, menonton film porno, menden­gar suara erangan orang yang melaku­kan aktivitas seksual, bahkan penggun­aan alat bantu seks toys berupa vibra­tor, dildo—pada pria berupa vibrator vagina buatan—akan mendorong orang untuk melakukan masturbasi.

Atas Kesepakatan

Agar tidak terjebak dengan peng­gunaan alat bantu seks toys, harus di­pastikan bahwa tujuan penggunaannya hanya sebatas mencari variasi saja, terlebih bagi pasangan yang telah lama menikah. Gairah seksual yang semakin surut dapat dibangkitkan melalui seks toys. “Yang terpenting, harus berdasar­kan kesepakatan bersama, baik pihak suami atau istri, sehingga tidak menim­bulkan persoalan,” tegas dr. Mulyadi.

Masalah baru akan timbul manakala salah satu pihak tetap menggunakannya tanpa diketahui oleh pasangannya. Misalnya saja, sang istri memakai seks toys tanpa diketahui suaminya. Hal ini tentu akan membuat suami shock dan terpukul sehingga bisa menimbulkan efek psikologis lainnya. Begitu juga sebaliknya. “Sejauh disepakati bersama-sama dan hanya digunakan sebatas mencari variasi, semua akan menjadi sah-sah saja.”

Ketakutan akan tim­bulnya rasa candu yang disebabkan seringnya menggunakan seks toys tidak perlu dikhawa­tirkan. Pasalnya, seks toys berbeda dengan narkoba karena tidak memberikan efek perubahan jiwa yang berujung dengan kecanduan atau maniak. Meski begitu bukan be­rarti Anda bisa menggunakannya seenak hati.

Perlu diingat, bagian-bagian organ genital pria dan wanita yang disentuh, diraba, dipilin dan ditekan dengan seks toys merupakan bagian yang kaya dengan persyarafan dan pembuluh darah, sehingga sangat peka terhadap rangsangan fisik yang bisa menimbul­kan sensasi dan berakhir dengan kenik­matan seksual. Namun bila berlebihan maka terjadi rasa tidak nyaman, rasa sakit dan bahkan bisa mengakibatkan gangguan fungsi seksual. “Memang tidak bisa dipungkiri penggunaan seks toys yang berlebihan bisa menyebabkan impotensi dan menurunkan gairah sek­sual karena sudah ketergantungan dan terobsesi,” urainya lagi.

Nah, guna mencegah hal yang tidak diinginkan, terutama menghindari aki­bat pemakaian seks toys, komunikasi seksual suami istri dalam membicara­kan masalah seksual harus dilakukan secara terbuka. Ketertutupan akan masalah seksualitas sering menjadi faktor penghambat utama dalam usaha mencapai kehidupan seksual yang har­monis. Terlebih, tidak adanya waktu luang untuk bersama-sama akibat kesibukan pekerjaan, sehingga tidak lagi waktu menikmati kehidupan pribadi se­bagai satu pasangan juga kerap menjadi akar permasa­lahan.

Sumber : www.measiaonline.com

Comments
One Response to “Be Sensible with Sex Toys”
Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] This post was mentioned on Twitter by modelindo.net, modelindo.net. modelindo.net said: Be Sensible with Sex Toys : http://wp.me/p14xWK-up […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: