Ayo Stop KDRT Dengan Mengenali Perilaku Pelakunya


Tidak sedikit wanita di Indonesia yang menjadi korban KDRT? Anda salah satunya? Jika masih ragu, ayo kenali perilaku pelakunya agar Anda terhindar jadi korban KDRT.

Dilansir Examiner, Konselor Pernikahan Jan Held LPC menjelaskan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah sebuah perilaku manipulatif dan mengontrol yang dilakukan pasangan. Perilaku kekerasan tersebut mencakup empat hal:

Kekerasan Fisik: Anda disebut mengalami kekerasan fisik jika pasangan melakukan pemukulan, ditampar, menarik rambut, mencekik atau melakukan sentuhan (secara kasar) yang tidak diinginkan.
Kekerasan Seksual: Sentuhan secara seksual, hubungan seksual yang tak diinginkan adalah bentuk dari kekerasan seksual.
Kekerasan Psikis: Anda diisolasi atau dijauhkan dari keluarga dan teman-teman, setiap aktivitas dipantau pasangan, pasangan terlalu posesif atau kerap disakiti dengan kata-kata kasar ? Jika iya, artinya Anda sudah mengalami kekerasan psikis.
Kecemburuan: Pasangan suka mengancam dan mengintimidasi, pasangan kerap membuat Anda tersakiti dengan merendahkan atau mengucapkan kata-kata kasar, pasangan kerap membuat Anda merasa tidak bisa hidup sendiri, adalah bagian dari kecemburuan.

Kerap kali para pelaku KDRT membuat pasangannya sulit melepaskan diri dari mereka. Pelaku ini bisa melakukan berbagai cara misalnya dengan menguasai atau tidak memberi uang, mencabut akses komunikasi dan tranportasi. Para pelaku KDRT ini pun punya sikap yang naik turun. Berikut tiga tahapan sikap mereka:

1. Tahap Membangun Emosi: pada saat ini biasanya pelaku akan merasa tidak berdaya. Pelaku merasa pasangan yang menjadi korban KDRT seharusnya menenangkan dan pelaku merasa mereka memiliki beberapa cara untuk mengatasi stres.
2. Tahap Meledak: ketika stres sudah tidak bisa diatasi, pelaku akan kehilangan kontrol diri, pelaku pun akan menyalahkan pasangan atas kekerasan yang mereka lakukan.
3. Tahap ‘Bulan Madu’: di tahapan ini si pelaku akan insyaf mendadak. Mereka akan minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Pelaku juga akan memberikan korbannya hadiah. Pelaku mengurangi KDRT-nya. Untuk mengatasi perasaan bersalah, pelaku akan mengalihkan ke hal lain dengan minum alkohol atau memukul orang/benda lain.

Untuk korban KDRT, sangat penting dipahami kalau kekerasan yang dilakukan pelaku bukanlah kesalahan Anda. Pelaku biasanya akan melakukan hal tersebut agar tindakan mereka dianggap rasional.

Dari penjelasan di atas dan Anda merasa termasuk orang yang memiliki pasangan dengan sikap-sikap di atas, segeralah cari pertolongan. Ada banyak lembaga dan psikolog atau bahkan teman Anda yang siap membantu. Stop KDRT.

Sumber : www.wolipop.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: